Ada kumbang makan kembang,datang kambing kumbang pergi,ada kumbang makan kembang datang kambing kumbang pergi ada kumbang makan kembang datang kambing kumbang pergi ada kumbang makan kembang datang kambing kumbang pergi.ada kumbang makan kembang datang kambing kumbang pergi…

ketika mendaki sebuah gunung di bilangan alas purwo,saya tidak faham dengan suara yang mendayu dayu,semula hanya terdengar mbang bing bung,hanya ritmenya sangat menyedot sukma.artinya sendiri tidak jelas,dan saya sempat tersenyum.Tetapi langkah kakiku didampingi Urip Kamarullah adiknya jendral Hartono yang orang madura itu tidak terhenti oleh suara itu,karena semakin dekat semakin jelas.Dan dari jarak yang entah berapa meter atau berapa kilo,kemudian ada suara menyapaku.Urip kenapa temanmu Gus Nuril tidak uluk salam,padahal menginjak tanah orang kan harus mengikuti adat istiadat pemilik tanah.

saya tidak tersinggung dengan teguran yang ditujukan kepadaku itu,maka saya segera menyahutnya dengan Assalamu alaikum ya sahabatku yang aneh,semoga rahmat Allah membanjirimu,warohmatullahi wabarakatu,dan keberkahan ada di sisimu dari sisi Nya.di jawab juga wa alaikum salam …..terasa dekat sekali suara itu ,karena sejelas uluk salamku.Namun baru seperempatjam kemudian saya sampai ke rumahnya. hahahaha lebih mrip kandang monyet (maaf)

kalau itu di India atau di Pakistan saya bisa menerima karena daerah negera yang saya sebutkan ini memang banyak darwis,sufi dan brahma yang kelakuan aneh aneh.Di jawa juga sering saya temui wali yang kelakuan aneh,seperti mbah Hamis Pasuruan juga sering menyamar jadi pengemis,dan duduk di pinggir pasar sambil merokok tidak menghiraukan lingkungan sekitarnya,sama dengan likungannya tidak menghiraukannnya,karena wujuduhu ka’adamihi,adanya dan tidak adanya tidak dipersoalkan sama saja.siapa yang menghiraukan seorang gelandangan pinggir pasar merokok ,dan rokonya sangat gede lagi,paling p[aling dianggap orang gila yang kurang kerjaan,tetapi demi menyaksikan sang petapa pohon ini saya jadi nggeglek.masya Allah.

Orang ini tidak akan saya sebut namanya,karena memang selalu memintaku untuk merahasiakannya,orangnya sederhana,kurus dan rumahnya berukuran 2 meter kali 2 meter diatas pohon,di puncak bukit.teduh dan tidak ada temen atau perangkaut hidup.tetapi wajahnya terpancarkan sinar hidup dan memandangnya saja terasa menyehatkan mata.

Zuhud.

Sejak zaman Ibnu Abad sampai para wali songo serta mursyid toreqoh yang muktabar di negeri ini,bahkan diseluruh dunia,konsep Zuhud,memang menjadi andalan bagi kaum sufi dan calon sufi.mereka membangun zawiyah zawiyah,dan mengurung diri di tempat itu dalam bulan bulan tertentu setiap tahunnya.biasanya pada bulan romadlon atau syura.Zawiyah itu dibangun bisa untuk komunitas bersama sama atau sendirian (uzlah) dalam kamar yang semuannya ditutup kain putih,tidak ada apapun didalamnya kecuali satu lafadz Allah semata.semua berwarna putih,dan para zahid menyibukan diri didalamnya dalam pengalaman Ikroru bilisan tadzdiq bil qolbi dan akmal bil arkan.

mereka tidak keluar dari ruangan kecuali sholat,atau sholat jum’at dan membuang hadas,dan kembali lagi disana dalam lautan dzikir.Dzikirnya bisa bermacam macam dengan jumlah bilangan 5000 x,10000 x atau kadang 10.000 x.yang biasanya di lantunkan adalah kalimah La ilaha ilallah,atau Allahu  Allah Hu Allah Hu Allah ……

Tekhniknya sedernana,duduk bersila atau duduk sebagaimana orang duduk dalam duduk diantara dua sujud atau duduk takhiyat akhir. Matanya terpoenjam dan yang nampak hanya suara keras,atau lembut,bahkan kadang tidak terdengar suara sama sekali yang menandai sang salik dalam melakukan suluk itu ditandai masih hidup, hanyalah terlihat gerak halus dadanya saja ketika menegeluarkan nafas atau menyedot nafas.selain tanda itu orang akan beranggapan dia sudah meninggal.Bahkan ada aliran tertentu yang ketika dilakukan pembaiatan di pocong seperti orang meninggal.Karena melakukan perjalanan ruhani itu adalah meninggalkan dunia ini,ditandai dengan simbolis pemocongan sang murid oleh mursyid.

Dalam perjalanan haji,ketika orang bertawaf dan sya”i atau kumpul di padang arofah,juga menggunakan prinsip ini.Semua pakaian yang berjkahid di tinggalkan,anak istri ditinggalkan,dunia ditinggalkan pangkat dan jabatan serta harta benda ditinggal;kan,melakukan perjalanan ribuan bahkan puluhan ribu mil melintasi samodera dan benua,menuju kepada titik mahgsya yang sama Arofah. Sang salik (Haji) ini hanya memakai dua lembar pakaian yang tidak berjahid,yang pertama dililitkan ke tubuh bagian bawah sampai pusat dan yang sepotong lagi di leilitkan atau disampirkan di pundak dan di hubungan di punggung dan dada,sehingga mirip para brahmana hindu atau budha berpakaian.Mereka tidak memakai perhiasan,tidak memakai hand phone,atau cincin,tidak memakai sabun wangi atau wewangian apapun,bahkan tidak memakai tutup kepala dan tidak bersisir,mereka secara siumbolik memasuki kawasan mahsyar,tempat di mana semua manusia kelak dikumpulkan sebelum diadili oleh yang maha pengadil.

Maka zuhud di zawiyah zawiyah ulama sufi (biasanya di kalangan NU dan pesantren pesantren) merupakan kesadaran akan makna pencarian Allah yang tidak mencari Karena mahluk Allah itu tidak akan menemukan Allah tanpa Allah,tidak mencapai ma’rifat tanpa makrifat Allah,kalau seorang salik menemukan ma’rifat dan wusul dan liqo’i robbi,semata mata bukan karena usahanya.Bukan karena puasanya,bukan karena sholatnya,bukan karena amalannya bukan karena pangkat ulama atau kyai atau Rabbi atau kependetaannya,bukan juga karena keturunan tertentu apalagi harta dan bendanya atau ilmu,melainkan karena karunia Allah,Yahdilahu linurihi mayasa .sehingga akalimat mencari Allah,perjalanan menuju Allah itu kurang tepat,saya hanya ingin menggambarkan dengan bahasa umum bahwa menemukan sesuatu itu lewat pencarian,tetapi menemukan Allah bukanlah dengan usaha pencarian melainkan karunia.banayak orang yang berusaha keras,sampai jidatnya ngapal (kapalan ada bekas hitam hitam) tetapi tetap saja hatinya buta dan tidak menemukan kebenaran agama,yang ada hanya menyembah seolah olah Allah,tetapi dia tidak menyembah Allah,melainkan menyembah agama.

” Dalam surat An Nur, di jelas Allahu nurusy syamawati wal ardli,masalu nurihi kamiskati fiha misbah,al misbahu fi zuxzajah,al zuzajatu ka’anaha kaukabun duriyu yuqodu min sajaroh,mubarokatin zaitunatil lasyarkiyah.wala ghorbiyah.Zakadzu zaituha yudhi’u  walau lamtamsashu nar.Nurun ala nur ,yahdilahu linurihi mayasya’ wahuwa bikuli syai’in alim.( ” Allah itu adalah cahaya bumi dan langit,ibarat cahaya yang terang benderang dalam sebuah lampu,yang lampunya ada pelapis yang memancarkan cahaya,yang berasal dari minyak.minyak yang berasal dari pohon yang di berkati,pohon zaitun yang tumbuh sendiria,tiada bayangan dari depan belakang sampingnya,sehingga minyak yang bercahaya itu sudah menyala,meskipun tidak tersentuh api.Cahaya diatas cahaya.Dan Allah menunjukan cahayanya kepada orang yang di kehendaki…………….An Nur ayat i.)

Maka banyak orang yang menemukan Allah bukan karena usahanya,tetapi karena perilakunya,bukan menemukan tetapi ditemukan,bagaimana mencari Allah sedangkan Allah itu meliputi segalanya,Ulama dan para Nabi diturunkan hanya untuk menunjukan jalan,sedangkan penemuan Allah sendiri menjadi kuasa Allah,Innal huda Hudallah wa hadi Rosulillah.

Maka ketika Nabi diturunkan di padang gersang yang sumber dengan penyembahan berhala,khususnya berhala yang amat angkuh dan kuat,yakni dirinya sendiri.Banyak yang tidak percaya.Bahkan paman paman yang mencintai beliau,dan memeriahkan dengan pesta besar besaran ketika mendengar kelahiran Muhammad,menjadi penentangnya paling besar .Sebut saja misalnya Abu Jahal juga Abu Lahab.Bahkan sebagian besar ulama mengatakan Abu Tholib sang paman tercinta yang membesar dan menikahkan Rosul dengan perempuan berjaya empunya surga Sayidatina khadijah,juga tidak bersyahad.Meskipun sebagian ulama yang lain menafsirkan pada akhir hayat beliau ,Abnu Tholib bersyahadat.tetapi saya tidak membahas hal ini yang saya tekankan adalah,orang kemudian banyak yang terjebak dengan syariat,tanpa mengenal hakekatnyatanpa memiliki semangat surgawi tanpa memiliki acuan dalam aplikasi hidup di dunia ini sebagai wasik Allah.Sehingga agama menjadi syariat dan syariat menjadi berhala alias di pertuhankan.Banyak Ulama menjadi makelar surga dan neraka,menjadi penganjur kebengisan dan terseret dalam arus perjuangan penyebaran sehingga beralih warna,agama yang lembut yang mengajak kepada semangat Wallahul darus Islam,bimakna ukhrowi ditafsirkan duniawi,sehingga tidak melahirkan Wallahu darus salam.salam

Agama kemudian menjadi alat poilitis,dan hampir semua agama samawi (agama langit) akhirnya di tangan ulama yang berbeda madhab itu muncul tafsir tafsir baru.menyelematkan berarti menguasai,sampai pada akhirnya lahirnya Templar,perang salib,bahkan lahir jihad konsep yang belakangan ini sangat mengerikan.(akan dikupas belakangan insya Alla). Maka beragama menjadi menguasai,dan menghilangkan kemerdekaan orang  perorang untuk memilih agama yang pas untuk dirinya.Konsep la ikroha fi din hilanglah menjadi kalau tidak segama denganku kamu adalah kafir.

Ahlul Suffah

fenomena ini menggelisahkan para sahabat.Kegalauan dan kegelisahan sebagian kaum  ditangkap oleh para sahabat nabi sejak dulu sebagai deviasi Islam yang rahmatan lil alamin.Menebarkan rahmat dan kasih sayang dari Allah yang maha sayang dan maha kasih ” Qulid “ullaha awid’ur Rahman ayam matad’u falahul asma’ul husna ( Panggilah aku Tuhanmu ini Allah atau Ar Rahman ,yang maha kasih,atau dengan nama nama yang baik ).maka,para sahabat kemudian sebagaian melakukan asketis,meninggalkan glamour kemwahan dunia yang berhasil diraih dengan gilang gemilang itu,kunci dunia yang dikuasai untuk membuka 2/3 dunia negara jajahannya itu dicampakan.Mereka memilih sufah atau emperan masjid sebagai tempat bermunajad kepada Allah.

Pangkah gubernur sebagaimana yang dimiliki oleh abu ghuroiroh rodliayallahu an,ditinggalkan,diganti dengan memakai surf,atau kulit kambing.tidur di emperan masjid,makan bersama komunitas sufi lainnya,tidak makan kecuali di antar orang atau diberi Allah langsung (sebagaimana yang dialami sayidatina Maryam ibunda Isa atau yesus,juga wali perempuan Rabbi’ah addawiyah,dan Dzunun al misri) .mereka menjadi peka akan langit dan mampu menguak langit,sedangkan dunia menjadi menjijikan sebagaimana sampah yang bau.Diyaqinilah Walal akhirotu khoiru laka minal ula (bahwa kerajaan langit jauh lebih mulia dari pada kerajaan dunia)

gerakan kembali kepada cahaya ini kemudian menjadi masif dan semakin banyak semakin banyak berkembang,sampai mengkhawatirkan sayidina Umar.Sayidina Umar ketika melihat orang yang hanya sibuk berasyik masyuk dengan tuhannya kurang berkenan,sehingga sempat akan di usir dari suffah.tetapi oleh Rosulullah di cegah.

Tahukah engkau amirul mukminin ,Umar Ibnu khgotob sahabatku,bahwa Allah tidak mendatangkan kiamat,tidak mendatangkan bala’ karena Allah melongok hati mereka hanya ada cahaya Iman,hanya ada Nur Ala Nur yang kecil dan menyambung Nur Alla Nur yang maha besar dan itu Allah sendiri. Maka biarakan mereka melakukan itu,karena dia adalah pusaka dunia.

Inna Waliyiyallahuladzi nazalal kitaba wahuwa yatawala sholikhin ” sesungguhnya Allah memusakai bumi dan sudut sudutm  desa,kota dan negeri dengan walinya yang berbuat kesalihan.Wali itu kadang nampak wajar periulakunya kadang mastur,aneh karena ingin sembunyi dari pujian.bukan berpakaian mewah,berperangai aneh untuk menyihir hati manausia agar mengikuti dan menjadi pendereknya,tetapi malah menyingkiri manusia dan kesukaan manusia yaitu dunia ini.

Mediatasi,wirid solat dan kunci langit.

Lalu bagaimana dengan seorang pertapa yang saya kunjungi dengan khusu’ dan terus menerus meneriakan ada kumbang makan kembang datang kambing kumbang pergi ?

Dalam hal wirid atau samadhi,atau menjangkau alam fana,banyak ulama memiliki cara dan methode yang berbeda beda.Rumi dalam menjangkau Allah dan menembus langit kesadaran diri tidak dengan diam hening dan larut dalam kekhusukan konsentrasi wirid,melainkan dengan tarian Rumi yang sangat terkenal dengan darwis dance.Rumi sebagaimana hadratusy syekh Abi hasan asy syadzali,Ibrhaim ad dasuki dan muhammad Ar Rifa’i dan Imam Nawawi atau ibnu Abad dan syek abdul qodir al jilani,juga mara mursyid india dan Pakistan memiliki cara sendiri sendiri.Maka disebut toreqoh atau jalan menuju ke ilahian atau jalan kesadaran diri,untuk membangkitkan Ruh Rabbani yang ada di dalam dirinya sendiri.

Imam Malik misalnya ,meskipun imam Syafi’i berguru padanya,dia terkenal ulama paling mashur dan kaya raya,tetapi demi menghormati rosul junjungannya mursyid maha mursyid sejati,dia tinggalkan hartannya,dia tidak menaiki bighal,atau onta,dia jalan kaki,bahkan karena dia tinggal di kota jnabi,Madinah,maka tidak tidak berani memakai alas kaki,karena Nabi yang menjadi penyempurna agama agama tetapi tidak mengharamkan agama pendahulunya,memiliki kitab penyempurna kitab kitab,Allah tetapi menjadi kan syarat kesempurnaan  iman umatnya manakala umatnya amengimani kitab pendahulunya,berpuasa sebagaimana umat pendahulunya,berjalan lurus tidak sombong dan tidak membuat kerusakan sebagai dianjurkan para pendahulunya itu dimakamkan di bumi dimana dia berdiri.Bagaimana mungkin aku berani memakai sandal padahal Adam menikah dengan hawa karena bersolawat kepadanya ?kata imam malik.

Anda tahukah,bahwa Imam Malik pengarang kitab al muathpo” adalah kitab yang dihormati seluruh dunia,bahkan melintasi berbagai agama di eropa,karena demikian runtut kodifikasi hukum dan hadist yang tertulis lengkap dengan perawi dan sanad yang jelas.beliau hafal 150.000 hadist.Masya Allah.

Kesederhanaan inilah yang menjadi tujuan utama sebagai bentuk mpengingkaran akan kemewahan dunia.bukan berarti di kesemapingkan begitu saja,tetapi ada keselarasan,ada keseimbangan antara hub dunia dan akherat.Kalau sudah sekian tahun hub kepada dunia,lalu engkau berikan  berapa tahun untuk porsi akheratmu ?

Sang petapa alas Purwa itu mengambbarkan dan mengajari dirinya dengan kalimat majas.Seekor ulat yang rakus ,begitu menetas dia makan apa saja dedaunan yang ada didepannya,tidak sing maupun malam ,tiada sedetikpun istirahat dia lakukan dalam memburu kemwahan dunia,memburu bekal dunia dan menyisakan sesedekit mungkin semua dunia kecuali yang tersimpan dalam perut dan gudang gudang hartanya.Dia sisakan tangkai yang nyaris hampir brondol dan merangas.Namun pada titik pertapaan tiba,titik zuhud tiba,dan dia mengenal benar kapan dia uzlah mengasingkan diri dari hijau dan indahnya pepohonan.dia tinggalkan ketidak pekaan pandang karena masih terhalang oileh nikmatnya dunia yang bernama daun hijau,muda dan manis.Dia menyendiri menemukan kesejatian diri ,menemukan kesadaran diri,dan menemukan terang dalam metamorfose .

Kepompong itu menjadi kuburannya,menjadi sarana dia untuk melepaskan diri dari darah dan daging,Ruh nya membutuhkan poakaian baru.,Pakaian kesempurnaan sebagai insan kamil sebagai mahluk Allah yang lebih bagus dan mampu menadatangkan kebahagiaan.siapa saja yang memandangnya.Maka setelah Allah menemuinya dan berkenan,dia menjelma menjadi seekor kupu kupu yang indah.Jika semula mahluk yang satu ini demikian menjijikan demikian mengerikan dan demikian rakus,tiba tiba menjadi mahluk yang tidak statis di dunia,dia bisa terbang kemana saja,tidak membutuhkan makanan dunia,dia menjadi sahabat para dewa,maka dia juga meninggalkan makanan dunia,dia memakan makanan dewa yang bernama madu,hinggap di bunga yang cantik,nehtar dan madu menunggunya untuk disantap.Sementara dunia rakus seperti kambing yang tidak kenal lagi kotor dan jijik,tidak enak anak dan emak,semua sahwat dapat disalurkan kepada anak kepada keponanakan kepada tetangga,sudah dia jauhi.perilaku kambing dia hindarkan.

Jika Allah sendiri yang akan memisahkan kambing dan Domba,domba di berikan kerajaan surga,karena memberi makan ,minum,menolong dan menyelimuti Allah,maka kambing dibiarkan dibakar api neraka (bible Matius).Sama halnya sang petapa dia meneriakan peringatan ada kumbang makan kembang datang kambing kumbang pergi. Peringatan Allah peringatan Nurani peringatan yang datang dari maha kebenaran hanya dapat ditangkap oleh orang yang mengenal kebenaran.Cahaya Allah hanya ditangkap oleh orang yang dikehendaki Allah,maka kumbang makan kembang yang bermadu,ketika kambing datang ,binatang ini akan pergi.Sebab la ya mutu wala yahya,khotamallahu ala qulu bihim wa ala syam ihim wa ala abshorihim nggisawatau walahum adzabun adhim. (kambing digambarkan hidup tidak matipun tidak,tidak mutu menghabiskan biaya,karena hatinya tanpa rasa,matanya tidak mampu melihat Allah dan telinganya tidak dapat mendengar bisikan Allah yang lebih dekat dari ulrat lehernya.menghadapi yang demikian sebaiknya anda pergi,karena hanya akan menghambat perjalanannmu saja.

maka seorang salik harus mengenal kehatan lingkungan,bukan saja kesehatan jasmani tetapi juga rohani sampah dunia sampah ruhani hanya akan membuat najis,.Dan Cahaya Allah Nur Allah dan Allah adalah yang maha suci,dia hanya akan dapat didekati oleh kesucian itu sendiri. Sang Patapa alas purwa mengingatkan dirinya sendiri juga mengingatkan orang lain.Kenapa HARUS KERAS,KARENA MENGINGATKAN HATI MENGGERAKAN HATI HARUS DENGAN UCAPAN KERAS.HATI YANG KOTOR DAN BERKARAT sesungguhnya sudah mati dan tidak memiliki getaran,oleh sebab itu untuk menselaraskan getaran hati iarama hati yang sesuai dengan irama Rabbani,dia getarkan dengan dzikir yang keras.

Ada yang namanya Sholat,ada yang namanya sejatining sholat ada yang namanya mahkota sholat,ada yang disebut sholat didalam sholat.Semuanya itu sesungguhnya melatih umat Muhammad untuk berdzikir,maka Nabi bersabda Ash sholatu li dzikri. sholata sesungguhnya dzikir,eling mengingat Allah sebagai yang maha segalanya,penguasa alam semesta,dan diri kita adalah makhluk yang bergantung kepada Nya.(mohon maaf saya tidak memperinci definisi sholat yang tersebut diatas,karena membutuhkan ruang dan waktu tersendiri,jika dipaksakan ditulis hanya akan melahirkan kesalah fahaman,karena tidak semua kumbang kadang kambing.tetapi mengaku beragama..afwan )

Diawali dengan takbir.Kalau rumi menggunakan tarian darwis rosulullah menggunakan tarian Allah yang disebut Sholat.maka diawali a.Takbir.Sebagai bentuk ikroru bi lisan,tasdik bi qolbi akmal bil arkan.Ketika mengangkat tangan,mengucapkan Allah huakbar,maka secara otomatis sesungguhnya kita masuk dunia kontemplatif,menyadari diri dari anasir api yang panas,mengangkat tangan dengan menyebut Allah u akbar adalah bentuk pengakuan akan api dalam dirinya merasa lemah dihadapan Allah,sampai fatekhah….kemudian;

b Rukuk membundukan tubuh 90 derajat.sembari mengucapkan subkhana robbiyal adhimi wabihamdi.engkau yang maha agung dan aku menganggungkan engkau ya Allah,maka posisinya adalah nungging,sebagai kebalikan agung adalah jember.rukuk ini gerakan yang sangat merendahkan martabat.jadi bukan budaya arab,ini budaya timur,karena orang arab sangat tersinggung dengan gerakan ini.kalau gerakan pertama adalah melambangkan huruf alif dan lam,gerakan kedua ini melambangkan huruf Kha,sebagai bentuk pengakuan manusia berasal dari air. (inal insana fi akhsanitaqwim,suma rodatnahu asfalasa filin,dari air yang kotor jember menjadi mahkluk yang sempurna.Coba bayangkan benih ayam namanya telor benih ayam ini dijual dimana mana laku,ditempatkan di meja,apakah benih orang laku dijual atau di goreng misalnya hahahahahaha ,pasti anda dikira gila jika melakukannya).dan,

c.sujud,gerakan samadi,dzikir,dan kontemplatif gerak ketiga ini menggambar pengakuan bahwa dirinya berasal dari tanah,maka kepala dan njidat sebagai pucak lambang kehormatan manusia di lekatkan ditanah,sembari mengucapkan subkhana robbiyal aqla wabihamdi,Ya Allah engkau adalah dzat yang maha tinggi dan aku meninggikanmu,maka sebagai bentuk penghormatan ku aku yang berasal dari tanah ini meletakan jidatku di atas tanah.

Bukan sebagaimana perilaku iblis ketika diminta sujud,dia beralasan ana kholaqtani min Nar,wa adam kholaqta min thin.aku dibuat olehmu dari api mengatpa aku harus bersujud sebagaimana adam yang terbuat dari tanah ? maka manusia musti meninggalkan Mind meninggalkan Egonya untuk memasuki kawasan illahiyah.kemudian gerakan sholat yang ke empat adalah d.duduk,kalau gerakan ketiga melambangkan huruf mim (lubang penuh nafsu dan harus diisi dengan nur Ilahi yang tawaduk) maka gerakan keempat ini duduk seperti huruf Dal.atau Dzal, manusia menyadari dirinya dari angin.hawa,dan dipenuhi unsur nafsu,menunjukan dirinya sebagai orang yang tidak sempurna,menuju kepada kerajaan Illahi,sebagaimana hadis nabi ” Khufatul janah bi makari wa khufatun nar bi syahwati (bungkus surga adalah ketidak enakan dan kesusahan dunia,sedangkan bungkus neraka adalah hawa dan nafsu serta keinginan rendah yang nikmat nikmat bagi kulit dan daging) maka disitulah puncaknya permohonan Robighfirli,warkhamni,wajburni,warfa’ni warzukni,wahdini waafini wa’fu’ani………( ya Allah Gusti,ampuni aku,sayangilah aku,cukupkan kehidupan dunia akheratku,ya allah angkatlah derajkadku,dari dunia binatang menjadi dunia cahaya dari balutan darah dan daging menjadi cahayamu,berikanlah aku rejekimu,dan sehatkan aku serta luruskan jalan hidup menuju kepadamu serta tutuplah kesalahanku,karena sekuat tenaga apapun aku tidak mampu untuk tidak berbuat salah kepadamu.)

Mind dan Ego

Sholat adalah pelepasan ego dan nafsu,dia adalah gerak dansa ruhani,bukan sekedar jengkelat jengkelit,meskipun hampir sebagian umat Islam tidak menyadarinya sebagai gerak dzikir,kontemplatif dan menuju kepada kefanaan,syareat membelengunya menjadi arena perebutan pahala mnaka banyak banyakan rekaat yang dilakukan tetapi ketenangan hati tidak ditemukan,karena gerakannya adalah gerakan pepesan kosong.

Samadi,dzikir,zuhud dan uzlah adalah saran dan disadari para wali Allah,para sufi sebagai bentuk penghilangan diri,membuat diri menjadi majasi dan yang ada hanyalah Allah sendiri sebagai cahaya langit dan bumi,pada tataran ini sesungguhnya manusia sudah menembus kerajaan langit dan Allah menyambutnya dengan tangan terbuka,maka jika ala bidikrilah tatma’inul qulub ,itu benar sudah.dzikir akan membuat pelakunya tentram karena sebagaiamana bayi dalam timangan dan dekapan sang ibundanya .

cara penghilangan diri,ego dan mind ini banyak jelannya,ada yang berteriak teriak dengan suara atau menirukan kalimat kalimat tertentu yang asing ada yang menggunakan Ohm,ada yang menggunakan la ilaha ilallah dengan keras ada yang mekai alunan musik yang pada intinya melepaskan ego dan mind sangatlah membutuhkan usaha keras.maka dengan jalan berteriak ada kumbang makan kembang datng kambing kumbang pergi ,keras dan berulang ulang adalah dibenarkan.karena suara itu dan kalimat itu sesungguhnya amewakili lambang lambang dan Robbana ma kholakta hadza bathila subkhanaka fakina adza banar.Dan sesungguhnya semua penciptaan termasuk suara dan bunyi dibuat Allah,jika engkau menciptakan suara sendiri sesungguhnya itu juga suara ciptaan Allah,tidak ada yang sia sia semua dibuat memang bermuara kepada NYa.

Maka lakukan jalur dzikir menuju kepada kefaanmu,sehingga engkau melangkah kepada kebaqa’an Allah,insya Allah. Jika engkau ,melakukannya sesungguhnya engkau menemukan kesadaran diri,siapa dirimu,dan untuk apa diciptakan Allah.dan akan kemana engkau membawa amalan ibdahmu,atau kamamu.Dan sesutu gerak yang engkau mlakukan dalam hati lewat getar suara akan mempengaruhi gerak alam semesta,maka jangan berharap Allah melupakan catatan rekamanmu.Dengan demikian sebagai wasiq Allah sebagai wakil Allah dibumi,hidupkanlah dzikirmu agar engkau mampu menebarkan kasih sayang,menebarkan ruh Rabbani Ruh Ketuhanan yang ada dalam dirimu.insya Allah.

saudaraku peserta seminar dan kontemplatif relegius internasional yang dicintai Allah,apapun suku bangsamu,apapun agamamu apapaun negaramu engkau adalah saudaraku,yang aku wajib mengenalmu sebagaimana kata Allah : Ya Ayuhhan nas inna kholaqnakum mindzakari wal unza waja’alnakum su’uban wa qoba’ila li ta’arofu…………insya Allah,wallahu a’lam bisawab.

By : LGG