Nama aslinya Abu Ishaq Ibrahim bin Adham bin Manshur,wafat pada tahun 161 H/778 M.Dia berasal dari daerah Balkh,sebuah wilayah pusat politik di Khurasan,kemudian menjadi pusat budaya dan agama Kerajaan Thukharistan.Daerah ini ditaklukkan oleh Al-Ahnaf bin Qais pada tahun 653 M,dan akhirnya dimusnahkan oleh suku-suku Jengis Khan pada tahun 1220 M.

Pada suatu hari Ibrahim berburu,lalu menerkam seekor musang atau kelinci.Ketika itu ia mendengarkan suara bisikan,”Wahai Ibrahim,untuk inikah kamu diciptakan? Untuk inikah kamu diperintahkan? Bukan untuk ini kamu diciptakan? Bukan untuk ini pula kamu diperintahkan!”.Suara itu menusuk telinganya hingga menembus jantungnya.Dadanya sesak.Nafasnya memburu.Penglihatannya nanar.Dia sadar bahwa ini adalah teguran.Ibrahim kemudian turun dari kendaraannya menuju salah seorang penggembala domba milik ayahnya.Ia mengambil wol milik penggembala dan memakainya.Sementara kuda dan semua yang dimilikinya diberikan kepada penggembala.Dengan langkah yang mantap,kakinya bergerak menuju padang sahara,menyusuri bebukitan pasir,lembah-lembah terjal,hutan-hutan liar hingga sampai di Mekkah.Di sana dia tinggal bersama Sufyan Ats-Tsauri dan Fudhail bin Iyadh.Pada akhirnya ia pergi ke Syam (Syria) dan wafat disana.

Ibrahim lebih suka memakan dari hasil kerja tangannya seperti bertani,bekerja dikebun atau lainnya.Di padang sahara ia pernah bertemu seorang lelaki yang mengajarinya nama Allah Al-A’zham,lalu ia berdo’a dengan nama itu,dan tidak berapa lama ia bertemu Nabi Khidir a.s yang mengatakan kepadanya,“Yang mengajarimu nama Allah Al-A’zham adalah saudaraku Dawud a.s”.

Doa yang paling sering di ucapkannya adalah : “Ya Allah pindahkanlah saya dari kehinaan berbuat dosa menuju kemuliaan berbakti (taat) kepada-Mu”.

Diantara mutiara hikmahnya :

1. Ketika ber thawaf,ia berkata kepada salah seorang lelaki,”Ketahuilah bahwa kamu tidak akan mencapai tingkatan orang saleh sebelum kamu melalui enam jalan,yaitu : (1). Tutuplah pintu kesenangan dan bukalah pintu kesengsaraan.(2)Tutuplah pintu kesombongan dan bukalah pintu kerendahan.(3) Tutuplah pintu bersantai dan bukalah pintu perjuangan.(4) Tutuplah pintu tidur dan bukalah pintu bangun malam.(5) Tutuplah pintu kekayaan dan bukalah pintu kemiskinan.(6) Tutuplah pintu harapan dan bukalah pintu persiapan kematian.

2. Pernah Ibrahim bin Adham menjaga kebun anggur,lalu lewat seorang prajurit dan berkata,”Berilah kami anggur!“Pemiliknya tidak menyuruhku begitu,“jawabnya.Prajurit itu memukulnya dengan cambuk,sementara Ibrahim hanya mengangguk-anggukkan kepala seraya berkata,“Pukullah kepala ini selama ia durhaka kepada Allah!”Akan tetapi prajurit itu tidak sanggup memukulnya lalu pergi.

3. Sahal bin Ibrahim menuturkan,”Saya pernah bersahabat dengan Ibrahim bin Adham.Ketika saya sakit,ia membiayai pengobatanku.Ketika saya menginginkan sesuatu keledainya lalu uangnya di habiskan untukku.Ketika saya di hadapannya,saya mengatakan “Wahai Ibrahim di manakah keledai itu?”Dia menjawab ringan,Saya jual.Saya bertanya lagi,lalu saya naik apa?  Dia menjawab ,”Wahai saudaraku,naiklah di atas punggungku.Kemudian ia membawaku ketiga tempat.

“Salam Mbois”