Namanya Abu Muhammad Ruwaim bin Ahmad,wafat pada tahun 303 H/915 M.Termasuk guru besar (Syaikh) yg paling di hormati,berkebangsaan Bagdad,seorang muqri’ (ahli membacakan Al-Quran) dan ahli fiqih (hukum Islam) mazhab Dawud.

Diantara mutiara nasihatnya :

1. Diantara hakim yg bijaksana adalah memberikan kelonggaran hukum pada orang lain,mempersulit hukum pada dirinya sendiri.Memberikan kelonggaran hukum pada orang lain termasuk mengikuti ilmu,dan mempersulit hukum pada diri sendiri termasuk kebijakan seorang wara’.

2. Abu Abdullah bin Khafif pernah berkata kepada Ruwaim,“Berilah saya wasiat!”Dia menjawab,”Masalah (tasawuf) tidak bisa di capai kecuali dengan mencurahkan jiwa.Jika tidak,janganlah menyelam dalam tasawufmu yg tiada guna.

3. Saya pernah melewati Bagdad pada siang hari yg panas.Ketika itu saya berjalan di beberapa jalan dalam keadan sangat haus.Saya mencoba meminta air minum pada salah seorang penghuni rumah.Kemudian muncullah seorang perempuan kecil membuka pintu rumah dengan membawa sebuah tempat air minum.Ketika melihatku,ia berkata,“Seorang sufi minum air di siang hari”Maka sejak itu saya tidak pernah membatalkan puasaku”.

4. Jika Allah memberimu kemampuan untuk memberi nasihat dan mengamalkannya,lalu saya mengambilnya,hal itu adalah nikmat.Jika saya melaksanakannya,sedangkan engkau sendiri tidak mengamalkannya,hal itu adalah musibah bagimu.Jika kamu tidak punya nasehat juga tidak berbuat benar,hal itu adalah siksaan.

“Salam Mbois”