Imam Raazi rahmatullahi alayhi telah menulis suatu kisah yang diriwayatkan oleh seorang yang sholeh. Orang sholeh itu meriwayatkan:

“Satu malam aku sedang berjalan di sepanjang tepi sungai, tiba-tiba mataku tertuju pada seekor kalajengking sedang berjalan di depanku. Aku terpikir bahwa ini juga ciptaan Allah SWT, dan Allah telah menciptakannya atas beberapa kebijaksanaan dan alasan. Aku tak tahu darimana ia(kalajengking) datang dan kemana kan pergi, atau dimana rumahnya.

Dalam hati aku berkata bahwa aku ada waktu dan saatnya aku keluar jalan-jalan, maka aku akan ikuti kalajengking ini. Kalajengking itu berhenti pada satu titik di tepi sungai dan aku bediri mendekatinya. Setelah beberapa saat, aku melihat seekor kura-kura berenang menuju ke arah si kalajengking. Aku terkejut,

kalajengking itu melompat ke atas punggung si kura-kura. Karena bagiku ini satu kejadian yang aneh (tidak biasa), aku memutuskan untuk melihat kemana si kalajengking itu akan pergi. Aku terus mengawasi sepanjang perjalanannya untuk melihat apa yang terjadi.
Kalajengking itu melompat dari punggung kura-kura ke seberang tepi sungai dan berlari terburu-buru menuju arah tertentu. Lebih jauh, aku melihat seorang laki-laki tidur di bawah pohon. ku berpikir bahwa kalajengking mungkin menggigit orang itu, sehingga, aku harus cepat-cepat harus membangunkan dia. Tepat saat aku tiba di dekatnya, aku melihat ular berbisa dengan mulut terbuka lebar berdiri didekat kepala pria itu. Tiba-tiba kalajengking menyerang ular tersebut dan menyengat begitu cepat, hingga ular jatuh ke tanah tak berdaya.

kejadian seperti ini belum pernah aku temui sebelumnya, aku berpikir bahwa ini pasti seorang yang sangat saleh. Aku mendekati dia untuk meminta doa-doa tetapi aku terkejut menemukannya dalam keadaan mabuk. Tepat pada saat orang itu bangun, dan aku menceritakan kepadanya kejadian yang baru saja terjadi. Pria itu sangat tersentuh dengan apa yang dia dengar dan segera bertobat.

Rahmat Allah selalu diarahkan kepada hamba sahaya-Nya, hanya jika kita berpaling ke arahNYA. “

Dalam AlQuran Surat Ali Imran ayat 190-191, Allah berfirman yang artinya “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal ; (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka tetap memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), Ya Tuhan Kami, tidaklah Engkau ciptakan semua ini sia-sia, Mahasuci Engkau, lindungi kami dari azab neraka”.

Dalam ayat ini, Allah jelas-jelas menyebutkan bahwa orang yang disebut dengan ulil albab (orang-orang yang berfikir) adalah orang yang tidak bisa lupa pada Allah. Semua yang didengar, dilihat, dan dirasa mengingatkannya pada Allah dan tidak ada satupun ciptaan Allah yang sia-sia. Begitu pula dalam setiap kejadian, sudah seharusnya setiap kejadian menjadi pengingat kita akan Allah baik kejadian baik maupun buruk menurut kita.
Yang berbahaya dari suatu kejadian adalah ketika kejadian itu menjauhkan kita dari Allah. Sepanjang suatu kejadian bisa membuat kita dekat dengan Allah, kita bisa menganggapnya sebagai berkah. Kita bisa jadikan setiap episode hidup sebagai momentum untuk menjadi lebih dekat kepada Allah.

By : Anis Syaidah

“Salam Mbois selalu”