Kewajiban ibadah haji,masjid yg harus menghadap ke mekkah sebagai kiblat,serta sholat yang harus dilakukan oleh setiap muslim dgn menghadap Ka’bah sebagai syarat.Semuanya itu merupakan dorongan keagamaan untuk mempelajari Ilmu Bumi.Apalagi wilayah Islam pada waktu itu sangat luas,di mana-mana jama’ah Haji harus menempuh jarak yg amat jauh,yg kadang-kadang ditempuh selama berbulan-bulandgn melewati berbagai negara asing.Sedangkan kendaraan yg digunakan waktu itu hanyalah kuda,unta,serta perahu layar.Laporan yg dibukukan oleh jama’ah haji itu akhir-akhir ini di akui oleh para sarjana Barat lebih baik dari laporan perjalanan orang Eropa,karena laporan perjalanan para jama’ah haji itu lebih banyak mengutamakan nilai ilmiah dari pada pemberitaan perjalanan.Sementara itu antara abad ke 7 dan ke 9 M,para pedagang muslim telah sampai di Tiongkok di sebelah timur,baik lewat darat maupun lewat laut,telah mendarat di pulau Zanzibar dan pantai timur Afrika disebelah selatan,menerobos ke Rusia disebelah utara sedangkan ke barat sampai ke Samudera Antlantik.Laporan dari para pedagang itulah yg mendorong para sarjana muslim untuk mengembara ke negeri-negeri yg jauh.

Stelah buku Geografi karangan Ptolemios disalin dalam bahasa Arab,kemudian di gunakan sebagai pola oleh Al-Khawarizmi untuk menyusun suatu bentuk bumi,semacam peta yg diciptakan bersama-sama dengan para sarjana lainnya,maka  peta inilah yg merupakan peta langit dan bumi yg pertama dalam dunia Islam.Sedangkan dalam perkembangan selanjutnya karangan Al-Idrisy tentang Geografi yg ditulisnya untuk Raja Roger III dari Sicilia pada abad 12 menjadi pegangan para ahli peta Eropa selama 350 th kemudian.Peta itu sangat mengagumkan karena tepat dan saksama,bahkan juga memberikan tanda-tanda pada sumber-sunber sungai Nil di pedalaman Afrika.Selain Al-Idrisy,ahli Ilmu Bumi lain yg terkenal adalah Yakut (1179-1229) yg masyhur sebagai sarjana pertama yg menyusun kamus tentang Ilmu Bumi.

Adapun para musafir yg paling terkenal adalah Ibnu Batutah yg oleh para sarjana modern dianggap sebagai musafir terbesar dalam zaman pertengahan.Setelah menamatkan pelajaran ia menunaikan ibadah haji,yg merupakan permulaan perjalanannya melintasi separo dunia selama 24 th.Selain mengunjungi negara-negara Arab ia pergi ke Turki,Bulgaria,Rusia,Persi,Asia Tengah.Di India ia menetap beberapa tahun lamanya,mula-mula ia di angkat sebagai Hakim (Kadi) oleh Sultan Delhi kemudian sebagai Duta ke Tiongkok,dgn melalui lautan dan singgah di Pasai Sumatera ia menjelajahi negara yg amat luas itu.Negeri Tiongkok yg luas itu di jelajahinya pula.Dalam perjalanan pulang ke negerinya yg kedua dikunjungi seluruh wilayah Spanyol dan Afrika Barat sampai daerah sungai Neger.Dalam perjalanannya itu ia mengumpulkan bahan keterangan tentang Ilmu Bimi yg terkemuka sepanjang masa.Selain itu ia memberian keteranganpu tentang seluk beluk politik,pemerintahan,keadaan sosial dan ekonomi dari semua negara yg dikunjungi.Karena perhatiannyatehadap agama sangat besar,maka di mana-mana ia selalu berusaha untuk bergaul gn para sarjana dan alim’ulama,sehingga ia memberikan laporan kehidupan keagamaan pada abad ke 14.Pengalaman perjalanannya itu kemudian ditulis dalam bukunya “Rihlah Ibnu Batutah”(Perjalanan Ibnu Batutah) yg kemudian diterjemahkan dalam berbagai bahasa.

Dalam pelayaranumat Islam pun amat banyak jasanya.Armada-armada Islam telah lama menguasai Lautan Merah.Begitu pula jalan perdagangan lewat laut ke Tiongkok,India,Indonesia dan pantai Timur Afrika.Sebab itu mereka banyak memounyai peta-peta laut,bahkan juga kompas yg sangat berguna dalam pelayaran itu orng Islam lah yg mula-mula menemukannya.Sebab itu tidaklah aneh jika kemudian Vasco de Gama dalam pelayarannya ke Timur lewat Tanjung Harapan,menggunakan seorang juru mudi muslim bernama Ibnu Majid.Mualim itu membawa peta laut yg baik sekali,yg dibuat oleh ahli-ahli Islam.Selain itu sangat besar sekali kemungkinannya bahwa sarjana-sarjana Islam lah yg telah memberikan sumbangan terhadap penemuan Benua Amerika.Karena dalam sebuah surat yg dibuat di Tahiti tertanggal Oktober 1498 Colombus menyebut Aventuez (Averroes) sebagai seorang di antara penulis-penulis yg menyebabkan ia menerka adanya dunia baru.

Demikianlah betapa banyaknya pengalaman da pengetahuan umat Islam dalam pelayaran.Karena itu tidaklah aneh jika dalam dunia pelayaran sekarang banyak istilah-istilah yg berasal dari bahasa Arab seperti Admiral(Laksamana),Gabel (kawat),Monsson(musim),Doane,tarif  dsb.Semuanya menjadi bukti tentang pengaruh Islam pada peradaban Barat modern sekarang.

“Salam Mbois”