Selain memerlukan astronomi,agar umat islam dapat menjalankan kewajiban agamanya,mereka juga sangat memerlukan matematik (ilmu hitung).Bukankah kewajiban membayar zakat,pembagian harta warisan memerlukan pengetahuan tentang itu.Hal itu mendorong mereka untuk mempelajari matematika.Mula-mula mereka pelajari dari buku Yunani dan India yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab.Akan tetapi dalam perkembangan selanjutnya Sarjana Islam lah yang menemukan Aljabar,Ukur,bahkan juga angka yang dipakai di seluruh dunia pada masa sekarang.

Sebelum memakai angka Arab,dunia Barat bersandar pada angka Romawi yang kaku ituKalau menurut sistim desimal bilangan 1848 dapat ditulis dengan empat buah angka,maka dengan memakai angka Romawi diperlukan sebelas buah angka,ini jadinya MDCCCXLVIII.Sudah jelas untuk memecahkan soal ilmu hitung yg paling sederhana sekalipun,angka Romawi itu memerlukan banyak sekali pemakaian waktu dan kerja.Sebaliknya kalau kita bandingkan,maka angka-angka Arab menyederhanakan pekerjaan ilmu pasti yg pelik,jika para sarjana tetap bergantung pada angka Romawi yg tidak memiliki kesederhanaan dan kelenturan yang ajaib dari pada sistim desimal dan kemegahannya yang pertama yaitu angka nol.Meskipun angka Arab itu asal mulanya orang Hindu yang menemukannya,namun bangsa Arab lah yang merubahnya menjadi suatu sistim yg dapat dikerjakan,dan angka nol yang ditemukan oleh Muhammad bin Ahmad pada tahun 976,adalah suatu penemuan yg merupakan revolusi dalam ilmu pasti.

Selain angka nol dan sistim desimal,para sarjana Islam melengkapi denga alat yg baik sekali bukan saja untuk keperluan sehari-hari melainkan juga untuk melakukan pekerjaan yg rumit sekali dalam lapangan ilmu pasti.Merekalah yg menemukan Aljabar.Sebenarnya nama itu berasal dari nama sebuah buku yg disusun oleh AL-Hawarizmi yg berjudul “Al-Jabru wal Muqobbala”(perhitungan dengan lambang-lambang).Buku itu kemudian diterjemahkan dalam bahasa latin,sehingga buku pelajaran ilmu pasti,yg terutama dipelajari pada universitas-universitas di Eropa sampai abad ke-16.Dalam perkembangan selanjutnya ilmu Aljabar berkembang pesat sekali berkat usaha Umar Khayyam (385-929).Sarjana muslim yg terakhir ini terkenal pula sebagai ahli dalam Ilmu Ukur Analistis.Sebelum itu Al-Battani (585-929)adalah terkenal sebagai sarjana muslim yang pertama menemukan Trigonometri (Ilmu Ukur Segitiga).

“Salam Mbois”