Baginda Rasulullah SAW menyuruh Sayyidina Ali Ra untuk mengarang dan menulis dua buah kitab.Yang tujuan dari dua buah kitab tersebut adalah pertama untuk menggali ayat-ayat Alloh dan kedua untuk menjawab segala hajat hidup manusia dalam berbangsa dan bernegara.

Akhirnya Sayyidina Ali  pun mengarang dua buah kitab tersebut yang pertama diberi nama Nahwu (Jurumiyyah) untuk menggali isi dari alqur’an dan dan yang kedua Majmu’ alkutub fi hawaijinnaasi.

Pada suatu hari Baginda Rasulullah SAW dan Sayyidina Ali Ra pergi ke sungai seraya berkata; andai saja dua buah kitab ini akan bermanfaat dikemudian hari,mohon tunjukkan tanda kebesaran-Mu Yaa Rabb..Dan akhirnya dua buah kitab itu di hanyutkan oleh beliau,Dan terjadi ke anehan pada dua buah kitab tersebut yang satu kitab tenggelam dan yang satu kitab tidak tenggelam bahkan air pun tak tak bisa membasahi apalagi menghayutkan kitab itu sehingga beliau berkata : hanyutkan wahai sang air,serta bawalah kitab ini “jur,Jur yaa Moyaahh “tapi tetap saja tidak mau hanyut dan akhirnya oleh beliau dinamailah kitab tersebut “Al ajurumy/jurumiyyah”

Kalau dilihat dari kisah tersebut diatas Bisa Imam al ajurumy bisa juga Ali dan juga Abul aswad al Dualy yang memasyhurkan ilmu nahwu jurumiyah tersebut di belakang hari atau diakhir zaman kitab yang satu atau yang tenggelam tadi muncul dan diketemukan oleh orang eropa(pelaut inggris) dan akhirnya dipelajari dan dikembangkan hingga jadi mesin-mesin majunya technologi sampai sekarang.Padahal sebelum di klaim penemuan orang-orang eropa..Ali telah mengajarkan Khalid bin walid tentang isi kitab tersebut.

Mengapa Ali mengajarkan ke khalid ? karena Khalid adalah panglima perang nabi yang paling lihai dan cerdas.Sehingga ditempatkan di semenanjung balkan (eropa timur) sampai andalus (eropa spanyol).

Sebenarnya orang eropa cuma dapat cover dari kitab tersebut.Sedangkan isi dari kitab tersebutn didapat sama Herqules/hiroqlaa.Siapa dia? dia adalah Abu hamid muhamad bin muhamad al imam al-ghozali,prajurit islam pada daulat ustmani, yang jadi leader Islam kala itu dan berkolaborasi dg para murid di kostantinopel-istambul turki.Karena waktu itu musim perang yg berabad-abad lamanya hingga banyak kitab-kitab yang hilang dan terbakar atau risat islam yang banyak di claim oleh kaum kafir kala itu.

Semua orang pasti tau apa itu phinicilin.Itu adalah nama obat anti biotik atau orang jawa bilang obat cacar,obat koreng atau obat racun dll.

Diwaktu pagi hari di dalam masjid Khalid mengajarkan al-hadist pada jamaah,disitu terjadi hal yang aneh dan tiba-tiba ada lalat yang masuk ke dalam gelas minuman beliau,akhirnya beliau memasukkan jarinya dan menekan memasukan lalat itu ke dalam air minumannya,dan kemudian meminumnya.Para hadirin kemudian bertanya,mengapa demikian ya Khalid? Khalid menjawab karena lalat menularkan racunnya hanya dengan sayap kiri sedangkan pada sayap kanannya tidak ikut ditenggelamkan karena mengandung penawar obat atau racun yang ditularkan.

Dan dari situ beliau kemudian memanggil salah satu hadirin untuk membuktikan kebenaranya.Dan dari hadirin yang dipanggil tadi disuruh membuat obat peawar dari bahan senyawa serum lalat.Dan akhirnya berhasil membuat obat tersebut,karena keberhasilan dari hadirin tersebut kemudian obat anti biotik itu dinamakan  Phinicilin karena menyesuaikan nama dari sang penemu tadi yaitu kang Alexander Phinisilin.dan beliau adalah pemeluk Islam berkat keilmuan Khalid.

By : Abi Yusuf Taswin

“Salam mbois kang Blora”